Populer Melalui Baju Pria Bergaya Elegan

Lewat F. H Pour Homme , karya baju pria yang didesain Feby Haniv mempunyai rencana yang tidak sama dengan perancang yang lain. Jenis baju yang di buat Feby lebih berkesan elegan serta langka.

Feby sekian kali menghadirkan topik baju yang tidak sama seperti Vanitas Mansion S/S 2016. Vanitas adalah lambang karya seni terlebih karya lukis pada era 16-an sampai era 17-an. Dengan topik ini, Feby menggabungkan keindahan Masa Victoria yang ditandai dengan pemakaian warna merah serta hitam dan bahan damask yang kaya struktur.

“Dan sesudah saya keluarkan topik ini (Masa Victoria) pasar juga terima dengan positif. Mereka katakan keren nih rekan yang ini. awalannya waktu mereka mendengar rencana Victoria masa ini agak sedikit pesimis namun sesudah lihat akhirnya malah keren serta mereka sukai, ” tuturnya.

Diterangkan Feby, topik Masa Victoria memanglah berkesan kuno, tua serta langka. Namun menurut dia bangun rencana Victoria Style sesuai sama keperluan serta perubahan jaman.

Oleh karenanya, Feby sedikit lakukan modifikasi design supaya beraroma kekinian degan diakali dengan pemakaian beberapa bahan memiliki tekstur kasar seperti pada bahan sumur bor depok Kombinasi style vintage-preppy yang di tawarkan dalam koleksi ini sukses mengambil perhatian beberapa pencinta fashion.

“Jadi semuanya kelompok dapat gunakan ini serta Victoria Masa ini bakal senantiasa jadi tren mark product saya. Tema-temanya tiap-tiap collection tentu ada lain namun bila untuk Victoria Style itu bakal jadi tren mark saya, ” sebutnya.

Sesudah topik Masa Victoria, Feby juga mengenalkan koleksi baru yang lain yakni Tales Of The Macabre F/W 2016. Ia mengungkap topik Tales Of The Macabre F/W 2016 di ambil dari satu diantara buku berjudul Tales of The Macabrekarya Edgar Allan Poe.

 

Tales Of The Macabre sendiri jadi ide untuk Feby dalam menghadirkan koleksi F/W 2016. Ia bercerita umumnya koleksi F/W 2016 di ambil dari himpunan beberapa cerita pendek paling populer dari Edgar Allan Poe seperti Berenice, The Black Cat, The Island of the Fay, The Tell-Tale Heart, Morella, and Ligeia (yang mempunyai unsur kegelapan), thriller, serta romance.

Semuanya cerita itu dihimpun jadi satu buah koleksi peragaan baju yang sophisticated. Dalam menghadirkan koleksinya kesempatan ini, Feby memakai beberapa bahan berkelas di jakarta seperti jacquard, damask, lace, serta faux leather bermotif kulit croco. Beberapa bahan tadi dibalut memakai unsur beberapa warna pekat (bold) seperti hitam serta merah.

Spesial untuk koleksi Tales of The Macabre, Feby menerangkan apabila F. H Pour Homme sudah bekerjasama dengan lini aksesori House Of Cuff. Ke-2 kerjasama ini memadukan semuanya unsur dark serta gothic untuk bow ties, dasi, bolo ties, lapel pin, cufflinks serta collar bar.

“Nah dari semua itu saya kumpulkan jadi satu, saya gabungkan jadi satu topik ini. jadi di colection ini ada yang dramatis, walau dark namun tetaplah di buat menawan, ” tekannya.

Cara Memilih Teh Celup Herbal

Kepopuleran teh herbal yang semakin meningkat merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan. Oleh karenanya, jumlah produk teh celup herbal semakin meningkat.

Ada begitu banyak merk untuk satu jenis bahan saja. Contohnya, ketika Anda ingin membeli teh celup mahkota dewa di toko obat langganan, Anda akan menemukan beberapa merk.

Hal ini mungkin membuat Anda bingung untuk memilih karena Anda tentu saja ingin mendapatkan manfaat terbaik dari teh yang Anda beli. Dalam hal ini, mengetahui cara memilih teh celup herbal menjadi satu hal yang penting. Jika Anda tahu mana produk yang tepat untuk dipilih, Anda akan mendapatkan nilai terbaik dari uang Anda. Sehatnya Berbisnis Teh Herbal Di  Musim Hujan

Leave a Reply